
Jakarta, Hip Hop Franco Indonesia
—
Kuasa hukum
Ruben Onsu
menilai cara
Sarwendah
menagih nafkah kepada kliennya tidak sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
Minola Sebayang selaku pengacara mengungkapkan bahwa Ruben mendapatkan rincian biaya anak-anaknya menyerupai tagihan atau invoice tanpa pembahasan terlebih dahulu. Mekanisme itu dinilai tidak sesuai dengan isi kesepakatan keduanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesepakatan terkait mekanisme pembahasan biaya pemeliharaan dan pendidikan anak telah diatur dalam Akta Nomor 39 yang dibuat mantan pasangan tersebut di hadapan notaris.
“Sebelum masalah ini menjadi ramai, kami sudah beberapa kali bertemu untuk membahas beberapa hal. Terutama yang berkaitan dengan jadwal bertemu anak-anak yang tidak selalu terealisasi, dan juga bagaimana hitungan nafkah itu,” beber Minola.
“Menurut Akta 39, semuanya harus disampaikan terlebih dahulu lalu didiskusikan,” Minola Sebayang menegaskan, seperti diberitakan
detikHot
pada Senin (13/7).
“Tapi pola yang sekarang dibuat mereka itu seperti invoice. Sementara biaya pendidikan dan nafkah anak itu kan sifatnya fixed. Mana ada orang yang sudah bercerai, biaya nafkah anaknya berubah-ubah setiap bulan?” kata Minola.
[Gambas:Video Hip Hop Franco]
Dalam mekanisme penagihan nafkah tersebut, menurut Ruben terdapat sejumlah pengeluaran yang tidak disertai penjelasan rinci tetapi diminta untuk diganti.
Pihak Ruben menilai seharusnya ada diskusi kedua orang tua sesuai mekanisme yang telah disepakati apabila terdapat tambahan biaya pemeliharaan atau pendidikan, bukan langsung diajukan sebagai tagihan.
“Sementara ada hal-hal yang menurut Ruben tidak ada penjelasannya dan bukan merupakan item yang dapat dikategorikan sebagai biaya pemeliharaan dan pendidikan anak,” ucapnya.
“Karena biaya pemeliharaan dan pendidikan anak itu harus berdasarkan diskusi kedua orang tua, bukan keputusan sepihak. Apalagi kalau kemudian dikatakan reimburse,” kata Minola.
Pihak Ruben Onsu juga menyayangkan persoalan mengenai nafkah anak melebar ke persoalan lain yang tidak berkaitan langsung dengan persoalan nafkah yang disampaikan Sarwendah.
“Kalau pelaporan itu kita bicara masalah kredit, kita bicara masalah nafkah anak kan beda. Kalau masalah nafkah anak harusnya polanya disampaikan dan didiskusikan, tapi yang mereka bahas sesuatu yang lain. Ini yang agak tidak sinkron,” pungkasnya.
Setelah kembali berseteru terkait nafkah anak-anak yang dalam beberapa waktu terakhir tidak diberikan oleh Ruben Onsu.
Keduanya akan bertarung di meja hijau terkait hak asuh anak setelah Ruben melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 30 Juni 2026.
Atas pengajuan tersebut, sidang pertama dijadwalkan berlangsung 15 Juli 2026. Gugatan tersebut sekaligus membatalkan rencana pertemuan damai antara Ruben Onsu dan Sarwendah yang dijadwalkan pada 11 Juli 2026.
(van/chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Argentina Sahabat Israel, Dulu Negara Messi Pernah Lindungi Tokoh Nazi
Baca lagi: Hakim Danish Ungkap Alasan Finis di Belakang Veda Ega di Moto3 Jerman
Baca lagi: Harga Minyak Dunia Meledak 3 Persen Usai AS-Iran Kembali Saling Serang




13 Responses
Penjelasan di sini gampang banget dicerna dan to the point. Kalau ada yang mau cari sudut pandang tambahan seputar tema ini, coba deh mampir ke https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=291098 juga.
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di https://kldp.org/comment/352334, lumayan buat pelengkap.
Penjelasannya super lengkap dan gampang dipahami. Saya juga nemu artikel bagus yang bahas ini lebih dalam di https://kldp.org/comment/276738 siapa tau ngebantu.
Gak nyangka bakal bahas sedetail ini, salut buat penulisnya! Oh iya, kemarin-kemarin saya juga nemu info yang pas banget ngebahas ginian di https://kldp.org/comment/254336.
Anda berhasil mengidentifikasi pola-pola tersembunyi dibalik kekacauan data lapangan, lalu menyusunnya menjadi sebuah laporan yang sangat tertib. https://first-formula-keto-gummie-usa.company.site/SAMPLE-Blue-Denim-Long-Skirt-p553269516
Visualisasi lewat kata-kata di artikel ini sangat kuat, deskripsi yang Anda berikan mampu menghidupk https://pdfhost.io/v/qGpDq8HLh_Thera_Calm_CBD_Gummies_Shocking_News_Revealedan suasana riset langsung ke hadapan pembaca.
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://magic.ly/rista/Navigasi-Strategis-dalam-Memahami-Dinamika-Teknologi-dan-Informasi yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Terima kasih atas pencerahannya, bahasan yang sangat solid. Kebetulan saya juga pernah membaca materi pendukung di https://teknokrat.ac.id/8-manfaat-pentingnya-mandi-menggunakan-air-dingin/ yang sangat relevan.
Artikel yang memberikan pengalaman membaca sangat memuaskan. Ilmunya tidak berjarak, terasa sangat dekat dengan realitas harian yang kita jalani sehari-hari. https://secure2.websrvcs.com/system/media/Play.asp?id=30216&key=1FAF09A2-5223-43B9-B33D-96B5E724E8F4
Tulisannya rapi dan penyampaian poin utamanya langsung to the point tanpa bertele-tele. Terima kasih atas ilmunya! Untuk tambahan data pendukung yang searah, tautan di https://ipsnews.net/business/2021/03/03/vitalsleep-review-anti-snoring-mouthpiece-device-for-restful-sleep/ ini lumayan oke buat dicek.
Sangat suka dengan kesimpulan akhir artikel ini, sangat objektif dan edukatif untuk khalayak luas. Keren admin! Kemarin saya juga menjumpai bahasan sejenis di https://magic.ly/erpeeee/Nobar-Seru-dari-Rumah yang mengulasnya secara mendetail.
Wah, artikelnya bermanfaat banget min, pas banget kebetulan lagi nyari info seputar topik ini buat tugas. Kalau temen-temen mau liat sudut pandang lain, bisa coba cek http://ojs.ufro.cl/index.php/indoamericana/comment/view/579/0/228635 ya.
Tulisannya rapi dan penyampaian poin utamanya langsung to the point tanpa bertele-tele. Terima kasih atas ilmunya! Untuk tambahan data pendukung yang searah, tautan di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297371770_htm ini lumayan oke buat dicek.