
Jakarta, Hip Hop Franco Indonesia
—
Pihak
Sarwendah
menjelaskan salah satu alasan dirinya dan anak-anak mereka pindah dari rumah mewah, yang diklaim direnovasi dengan biaya utang
Ruben Onsu
hingga Rp10 miliar itu, adalah karena tak lagi merasa aman.
Perasaan itu muncul lantaran rumah yang berlokasi di Cilandak, Jakarta Selatan, tersebut disebut selalu didatangi oleh penagih utang alias
debt collector.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Beberapa hari lalu kedatangan debt collector. Saya nggak sebutkan debt collector itu mencari siapa, tetapi kok semakin tidak aman ya,” kata pengacara Sarwendah, Chris Sam Siwu, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (22/7).
“Yang pasti bukan dari klien kami debt collector itu datang karena mencari orangnya tidak ada di situ. Yang ada di datanya debt collector tidak ada di situ, tapi kami tidak mau menyampaikan siapa karena nanti kami dipikir menyudutkan satu pihak,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, pihak Sarwendah menunjukkan tangkapan layar rekaman CCTV yang diklaim merekam kedatangan lima orang
debt collector
ke rumah pada 11 Juli 2026.
Pada lembar yang diperlihatkan kepada awak media tertulis keterangan “5 orang debt collector ke rumah menagih utang Rp30 juta.”
Pihak Sarwendah menegaskan mereka sebelumnya sudah mendatangi pihak Minola Sebayang selaku kuasa hukum Ruben Onsu terkait masalah utang rumah yang disebut mau dilelang itu.
“Saya menghubungi Bang Minola untuk, ‘Oke deh, dari utang yang sudah ada kita bagi dua’. Awalnya mau, tapi ternyata belakangan tidak mau, minta klien saya yang bayar semuanya,” kata Chris.
“Begitu klien saya menyanggupi membayar semuanya, tahu-tahunya mereka bilang, ‘Ya sudah, bayar semuanya plus uang yang dulu pernah dibayarkan juga dikembalikan ke pihak klien Bang Minola’,” lanjutnya.
“Utang ini pun sudah mau dibayar dengan klien kami, tapi mengelak lagi, mengeles lagi. Jadi kami berpikir mau sebenarnya apa,” katanya.
Chris meminta agar persoalan tersebut tidak lagi dipelintir. Menurutnya, keputusan Sarwendah pindah dari rumah tersebut merupakan langkah yang paling bijak di tengah situasi yang terjadi.
Langkah kepindahan ini diakui Sarwendah sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih tenang bagi kedua anaknya di tengah polemik dengan Ruben Onsu.
“Sebagai seorang ibu yang punya anak, apalagi saya juga perempuan, ya pastinya maunya yang terbaik buat anak-anak saya,” kata Sarwendah sambil menangis sebelum menjalani sidang hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7).
“Jadi saya enggak mau nanti ketika mereka besar mereka melihat seperti ini, saya enggak mau begitu. Jadi saya juga akan berusaha, ya selama ini juga saya berusaha untuk menafkahi mandiri anak-anak saya,” lanjutnya.
“Rumah juga, semuanya… Jadi ya lebih baik saya tenang supaya saya bisa menjaga anak-anak saya,” kata Sarwendah.
Ruben Onsu sebelumnya mengatakan terpaksa mengambil utang ke bank hingga lebih dari Rp10 miliar guna memenuhi keinginan Sarwendah untuk merenovasi rumah tersebut.
“Ruben mendapatkan pinjaman senilai Rp 10,1 miliar untuk biaya kontraktor dan renovasi. Meskipun kontraktornya adalah keluarga Sarwendah, yang membayar tetap Ruben,” lanjutnya seperti diberitakan pada Selasa (21/7).
“Ruben rutin mentransfer uang ke rekening ayah Sarwendah sebesar Rp 250 juta sebanyak 46 kali transfer. Total biaya yang dikeluarkan untuk kontraktor saja mencapai Rp11,1 miliar,” lanjutnya.
(van/end)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Hip Hop Franco]
Baca lagi: Punya Harga Rp31 Miliar, Ini Deret Kendaraan Kepala BGN Sudaryono
Baca lagi: KAI Minta Maaf Palang Pintu Tak Tertutup saat Kereta Lewat
Baca lagi: Menteri Dody Ungkap Data PPATK, 6.300 Pegawai PU Terlibat Judol




4 Responses
Mantap ulasannya! Informatif sekali dan langsung to the point tanpa bertele-tele. Sekadar berbagi referensi pelengkap, buat yang mau mendalami materi serupa bisa mampir ke https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320707863_htm
Ulasan komprehensif yang menjawab pertanyaan saya belakangan ini. Mantap abis admin! Sebagai pembanding data dari sumber lain, ada ringkasan materi serupa di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320429285_htm
Tulisannya rapi dan penyampaian poin utamanya langsung to the point tanpa bertele-tele. Terima kasih atas ilmunya! Untuk tambahan data pendukung yang searah, tautan di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320395453_htm ini lumayan oke buat dicek.
Akhirnya nemu juga tulisan yang mengupas tuntas inti masalahnya secara mendalam. Sangat mengedukasi khalayak luas. Btw, kemarin saya juga tidak sengaja menemukan bahasan sejenis yang menarik di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297607845_htm