
Jakarta, Hip Hop Franco Indonesia
—
Ruben Onsu
mengungkapkan satu syarat untuk
Sarwendah
jika ingin membicarakan lebih lanjut permasalahan yang terjadi belakangan ini, termasuk nafkah Rp200 juta per bulan.
Ia melalui Minola Sebayang, kuasa hukum, menegaskan pertemuan dengan anak-anak menjadi langkah awal meredakan ketegangan yang sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau memang menurut penilaiannya memang harusnya S meminta maaf kepada Ruben dan kemudian artinya itu membiarkan anak-anak berkumpul bersama dengan ayahnya,” kata Minola seperti diberitakan
detikHot
pada Rabu (17/6).
“Saya kira hal-hal yang lain akan mudah untuk dibicarakan,” katanya.
Minola Sebayang mengungkapkan persoalan nafkah hingga Rp200 juta yang mogok diberikan kliennya hingga masalah harta gana-gini hanya dapat dibicarakan setelah Ruben dapat bertemu dengan anak-anaknya.
Ruben pun berniat melakukan evaluasi terkait pemberian nafkah dengan jumlah fantastis tersebut. Minola mengatakan hal itu dilakukan karena ketidakjelasan alur pengeluaran uang nafkah tersebut.
[Gambas:Video Hip Hop Franco]
“Mengenai masalah penundaan uang nafkah juga mungkin akan mudah dibicarakan dan bagaimana cara menghitung uang nafkah yang fair,” tuturnya.
“Jangan sampai seperti kemarin, banyak uang-uang yang tidak jelas peruntukannya kan begitu ya,” Minola menegaskan.
Sementara itu, persoalan harta gana-gini juga akan dievaluasi setelah Ruben dapat bertemu dengan anak-anaknya.
Kuasa hukum Ruben tersebut mengatakan aset-aset yang masih memiliki beban kewajiban atau utang perlu diatur kembali pengelolaannya secara bersama.
“Mengenai masalah harta gana-gini juga mungkin bisa dievaluasi lagi. Mana yang menjadi, yang sudah tidak dibebani kewajiban, dan mana yang masih dibebani kewajiban, bagaimana pengaturannya. Itu akan lebih mudahlah,” kata Minola.
Pihak Ruben Onsu memastikan apabila presenter tersebut dapat memiliki kejelasan waktu bersama anak-anak, maka ia akan lebih terbuka dalam menyelesaikan berbagai polemik yang terjadi setelah perceraiannya dengan Sarwendah.
Minola juga telah memberikan skema waktu kebersamaan antara Ruben dengan anak-anaknya dalam sepekan. Ia mengatakan bahwa Ruben memiliki waktu sekitar tiga hari untuk bersama anak-anak, dan setelahnya anak-anak dapat tinggal bersama ibu mereka.
“Ruben punya waktu dua hari atau tiga hari dalam satu minggu. Jadi ya nginepnya di rumah, sama Ruben tiga hari. Quality time, jalan, makan, jemput sekolah, antar sekolah, tiga hari. Setelah itu kembali lagi ke rumah mamanya. Kan nggak sulit kan gitu loh maksudnya,” kata Minola.
Namun, hingga saat ini, belum ada titik terang terkait waktu pertemuan Ruben Onsu dengan anak-anaknya.
Selain memberikan syarat tersebut, saat ini Ruben Onsu dipastikan sudah menyiapkan berkas untuk mengajukan gugatan atas hak asuh anak. Ruben disebut mengendus situasi yang dinilai sudah tidak lagi kondusif bagi pertumbuhan dan masa depan buah hatinya.
Gugatan resmi tersebut dipastikan akan langsung didaftarkan ke pengadilan segera setelah seluruh berkas perkara dinyatakan lengkap oleh tim hukum.
Saat ini, tim pengacara Ruben sedang merampungkan pengumpulan seluruh dokumen pendukung dan bukti-bukti tertulis.
(van/chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: 7 Kebiasaan yang Bisa Turunkan Kadar Testosteron, Pria Harus Waspada
Baca lagi: MMAJ Jakarta 2026 Digelar, Bawa Kolaborasi Budaya Jepang-Indonesia
Baca lagi: Alasan Firdaus Oiwobo Polisikan Eks Ketua BEM UGM Tiyo




3 Responses
Saya sangat mengapresiasi artikel ini karena berhasil menyampaikan informasi yang bermanfaat dengan cara yang mudah dipahami. Banyak wawasan baru yang saya dapatkan dari pembahasan yang disajikan. Terima kasih atas konten yang inspiratif ini. Jangan lupa mengunjungi https://freakshow.fm/fs257-nerd-hotel
Slot terbaru NONA88.COM hadir membawa pengalaman bermain lebih gacor, lebih seru, dan lebih banyak peluang cuan di setiap spin
Pembahasan yang mendalam memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai topik yang dibahas http://www.ibiblio.org/pub/Linux/docs/LDP/linuxfocus/Deutsch/July2002/article245.shtml